Oleh Chichi Sukardjo
Konselor Psikologi Islami berbasis Asmaul Husna
Jumat, 31 Juli 2026
Sahabat, pernah merasakan saat dini hari berada jauh dari rumah?
Sebagian orang tertidur di kursi. Sebagian lagi sibuk menatap layar ponselnya. Ada yang mengobrol pelan. Ada juga yang sesekali melihat jam, berharap panggilan boarding segera terdengar.
Aku memperhatikan mereka satu per satu. Tetiba pikiran itu muncul begitu saja.
Hmmmm…. bukankah hidup kita juga seperti ini?
Allah ‘Azza wa Jalla mempertemukan begitu banyak orang di satu tempat, tetapi masing-masing sedang menunggu “penerbangan”-nya sendiri.
Ada yang sedang menunggu pekerjaan. Ada yang menunggu kesembuhan. Ada yang menunggu jodoh. Ada yang menunggu kelahiran anak. Ada pula yang diam-diam menunggu doanya dijawab oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
Tidak ada yang tinggal selamanya di ruang tunggu. Cepat atau lambat, nama kita akan dipanggil, lalu berdiri, membawa bekal yang sudah kita siapkan, dan melanjutkan perjalanan. Mungkin itulah sebabnya bandara terasa begitu akrab dengan kehidupan, ya?
Bandara mengingatkan kita bahwa dunia pun hanyalah tempat singgah. Bukan untuk ditinggali, tetapi untuk mempersiapkan diri menuju perjalanan yang lebih jauh dan kekal.
Sahabat, hari ini, yukkk kita bumikan Asmaul Husna dalam keseharian. Cukup 1 AH hari ini, Al-Aakhir 💕
Insya Allah, di antara ramainya perjalanan, kita tetap ingat ke mana tujuan akhir kita.
Takzim,
-@csukardjo






Leave a Reply