Saat Kita Terbiasa Menyebut “Semesta”

·

·

reflektif asmaul husna al-khaliq

Oleh Chichi Sukardjo
Konselor Psikologi Islami berbasis Asmaul Husna

Ahad, 26 Juli 2026

 

Bismillahirrahmanirrahiim

Sahabat, apa kabar hatimu? Sudah lama kita tidak berjumpa, semoga selalu baik dan penuh semangat ya! 🥰🙏

Wah, bener banget… Rasanya memang sudah sekian lama, sekitar 1 bulan lebih kita tidak bersua di sini. Waktu berjalan begitu cepat, ya? Senang sekali akhirnya bisa kembali menulis dan menyapa teman-teman semua di artikel terbaru ini.

Sahabat, beberapa tahun terakhir ini saya banyak merenung, “Mengapa kita lebih sering berkata ‘semesta;, daripada menyebut Allah’ ‘Azza wa Jalla, ya?”

Mungkin kita tidak pernah bermaksud menjauh dari-Nya. Hanya saja, perlahan lisan kita terbiasa menyebut ciptaan, sementara nama Sang Pencipta semakin jarang terdengar. Padahal, bukankah kita ini hamba, ciptaan-Nya? 😥😭

 

Sahabat, melalui tiga slide sederhana di bawah ini, saya mengajak kita berhenti sejenak…

Bukan untuk menghakimi siapa pun.

Tetapi untuk bertanya kepada diri sendiri,

“Sudahkah lisan kita terbiasa menyebut nama Allah Azza wa Jalla?” ☺️😊🙏

 

Sahabat, semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa menjaga lisan, hati, dan tauhid kita yaaa…. aamiin Allahuma aamiin 🤲🕋

 

Takzim,

-@csukardjo

One response to “Saat Kita Terbiasa Menyebut “Semesta””
  1. Ridwan Avatar
    Ridwan

    Alhamdulillah sudah mulai aktif kembali. Terima kasih bunda, senantiasa memberikan karya terbaiknya 🙏😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *