Renungan Al-Fatihah: Jalan yang Lurus

·

·

Oleh Chichi Sukardjo

Kamis, 19 Februari 2026

Bismillahirrahmanirrahiim

Sahabat, setiap hari sedikitnya 17x kita berdoa: “Tunjukilah kami jalan yang lurus… bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan jalan orang yang sesat.”

Nampak sederhana, bukan? Tapi sebenarnya itu adalah doa tentang keadaan jiwa manusia.

Para mufassir menjelaskan bahwa manusia bisa tersesat dalam dua cara.
1. Orang yang sesat, bukan karena jahat, tetapi karena ia tidak tahu arah. Niatnya mungkin baik, hatinya tulus, tetapi langkahnya keliru.
Ia berjalan tanpa cahaya ilmu.

2. Orang yang dimurkai: ini lebih halus. Ia sudah tahu kebenaran, tetapi hatinya menolak. Bukan kurang ilmu, melainkan kalah oleh ego, luka, atau kepentingan diri.

Satu tersesat karena bingung. Satu lagi tersesat karena keras hati. Dan diam-diam, keduanya bisa hidup di dalam diri kita.

Kadang kita tidak tahu harus melangkah ke mana. Kadang kita tahu yang benar… tetapi sulit melakukannya.

Karena itu sahabat, kita tidak diajarkan berdoa: “Tunjuki aku.”  Melainkan: “Tunjuki kami.” Seolah-olah Allah ‘Azza wa Jaalla mengingatkan bahwa manusia tidak berjalan sendirian menuju kebaikan.
Kita saling menguatkan, saling mengingatkan, saling menjaga agar tidak jatuh.

Jalan lurus bukan tentang menjadi sempurna. Tetapi tentang terus mau dituntun. Itulah sebabnya doa ini diulang dalam setiap rakaat. Bukan karena kita belum mendapat hidayah, tetapi karena hati manusia mudah lelah dan arah hidup mudah bergeser.

Setiap shalat kita sebenarnya sedang berkata: Ya Allah, ketika aku bingung, tuntun aku. Ketika aku merasa paling benar, tolong lembutkan hatiku. Dan ketika aku berjalan, tolong jangan biarkan aku berjalan sendiri.

Sahabat, mungkin jalan lurus bukan jalan tanpa salah, melainkan jalan orang yang selalu mau kembali. Dan di situlah ketenangan lahir — saat kita sadar bahwa tugas kita bukan menjadi sempurna, tetapi terus meminta dituntun ke arah-Nya.

Dalam Asmaul Husna, kita mengenal Al-Hadi — Yang Maha Memberi Petunjuk.

Sahabat, selamat menunaikan ibadah shaum di Bulan Ramadhan. Maafkan lahir & batin.

Takzim,
-@csukardjo


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *