Menopang yang Selalu Menopang Orang Lain: Healing untuk Pemimpin Perempuan

healing untuk pemimpin perempuan

Oleh Chichi Sukardjo

Konselor Psikologi Islami berbasis Asmaul Husna

Senin, 20 April 2026

Bismillahirrahmanirrahiim

Sahabat, saya mengenal beberapa  perempuan yang begitu terbiasa menjadi kuat, sampai lupa kapan terakhir kali dirinya boleh merasa lelah. Di kantor, ia memimpin banyak orang. Di rumah, ia menopang pasangan, anak-anak, bahkan orang tua yang menua.

Semua tampak baik dari luar. Karier berjalan, tanggung jawab selesai, nama baik terjaga. Namun, tubuh sering kali lebih jujur daripada kata-kata. Tidur mulai terganggu, daya tahan tubuh melemah, dan pikiran pun tidak pernah benar-benar istirahat.

 

Kadang bukan pekerjaan yang paling melelahkan. Yang paling menguras justru perasaan bahwa dirinya harus selalu menjadi tempat bersandar bagi semua orang. Sampai lupa bahwa dirinya pun butuh ruang untuk bersandar. Sahabat, di titik inilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: “Siapa yang selama ini menopang sang penopang?”

 

Mungkin selama ini kita terlalu lama memegang kalimat: “Aku harus kuat.”

Padahal mungkin yang lebih menenangkan adalah: “Aku boleh lelah, dan aku tidak harus memikul semuanya sendirian.”

 

Dalam ruang refleksi kali ini, yuk kita sama-sama  belajar membedakan antara mendampingi dan memikul. Karena sahabat, tidak semua beban harus kita bawa hingga terasa sesak sampai ke dada.Ada yang cukup kita dampingi, ada yang perlu kita lepaskan, dan ada juga yang harus kita serahkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla,  seperti firman-Nya dalam Q.S Ar-Ra’d Ayat 28:

“alā biżikrillāhi taṭma’innul-qulūb”

“Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

 

Sahabat, yuukk kita tarik napas perlahan.

Rasakan Yā Qawiyy untuk kekuatan.

Tahan dengan Yā Shabūr untuk kesabaran.

Hembuskan dengan Yā Wakīl untuk berserah.

 

Karena tidak semua yang kita cintai harus kita kontrol. Kadang, healing dimulai dari keberanian untuk berkata:

“Aku tidak lagi memikul semuanya.”

 

Takzim,
-@csukardjo

Yuk, Mulai Healing Dirimu Sekarang!