Bau Menyan...
adalah kolom psikologi humor karya Chichi Sukardjo, seorang Penulis & Konselor Psikologi berbasis Asmaul Husna. Ditulis tiap Senin atau Kamis, membahas trauma, fobia, dan self-healing dengan senyuman serta sentuhan Asmaul Husna di setiap akhir tulisan.
“Sebelum hidup menertawakanmu, tertawalah lebih dulu tipis-tipis…”
Kamis, 19 Maret 2026
Bismillah ….
Sahabat,
seberapa akrab dirimu dengan stres?
Ramadhan akan segera pamit, membawa suasana yang khas seperti biasanya.
Yang beda cuma satu: emosi kita.
Sepanjang puasa kemarin…
Lapar, iya.
Haus, apalagi.
Tapi kok yang gampang naik justru
kesal,
nyolot,
dan pengin banget nyamber komentar orang. Hihihi…
Dalam psikologi, ini sederhana saja:
menunda reaksi itu lebih susah daripada menahan makan.
Siapa yang setujuuu? Angkat tangan donggg!
Puasa itu latihan ngerem.
Bukan cuma ngerem perut,
tapi ngerem mulut,
ngerem jempol,
ngerem pikiran yang pengin buru-buru dibela.
Ramadhan ngajarin satu hal kecil tapi penting:
Nggak semua rasa harus langsung dituruti.
Nggak semua emosi harus segera diluapkan.
Kadang, healing itu bukan curhat panjang,
tapi cukup diam sebentar sebelum bereaksi.
Dan kalau hari ini kita masih kebablasan,
nggak apa-apa.
Namanya juga latihan.
Karena Allah Maha Sabar menghadapi proses manusia yang naik-turun.
Yā Ṣabūr.
Kenapa Yā Ṣabūr? POV saya niih …, karena:
- Nyambung ke regulasi emosi
- Nyambung ke puasa = latihan jeda
- Nyambung ke proses, bukan hasil instan
Takzim,
–@csukardjo
