Bau Menyan...
adalah kolom psikologi humor karya Chichi Sukardjo, seorang Penulis & Konselor Psikologi berbasis Asmaul Husna. Ditulis tiap Senin atau Kamis, membahas trauma, fobia, dan self-healing dengan senyuman serta sentuhan Asmaul Husna di setiap akhir tulisan.
“Sebelum hidup menertawakanmu, tertawalah lebih dulu tipis-tipis…”
Oleh Chichi Sukardjo, M.Psi.
Konselor Psikologi Islami berbasis Asmaul Husna
Senin, 27 April 2026
Bismillah….
Hola!
Tau nggak siih… belakangan ini saya mulai curiga. Jangan-jangan saya ini sudah berubah fungsi. Dulu saya tuh diundang kemana-mana, dari Sabang sampai Maureuke. Tapi sekarang… disimpan rapi. Seperti kain lap. Hihihihi…
Dulu tiap ada acara:
“Bu, tolong jadi pembicara tentang Self Healing yaa…”
“Bu, bantu konsep training remaja yaa…”
“Bu, bisa bantu komunitas kami, para perempuan?”
Sekarang?
Acara sih tetap ada. Pembicaranya juga ada. Cuma… saya tidak ada.
Awalnya saya pikir, mungkin lagi sepi acara, mangkanya nggak ada undangan. Atau mungkin lagi nggak ada sponsor? Eehh… tapi kok sepinya konsisten gini ya?
Dalam psikologi, ada tuh istilahnya:
Kebutuhan untuk diakui.
Bahasa sederhananya: kita pengen ngerasa masih “kepake”. Bukan haus panggung siihh, tapi… ya mosok jadi penonton terus?
Hmmmm, setelah saya pikir-pikir…
Mungkin…
bukan saya yang tidak dipakai.
Mungkin…
yang dipakai sekarang bukan tipe saya lagi.
Dulu dibutuhkan untuk membangun. Sekarang mereka butuh yang menjalankan.
Dulu yang dicari pengalaman. Sekarang yang dicari… yang “lagi viral”.
Dan di situ saya mulai sadar…
Oh… ini bukan soal saya kurang.
Ini soal panggungnya sudah ganti pemain.
Ya, walaupun… Kalau lihat acara jalan terus tanpa kita, tetap saja dalam hati ada yang nyeletuk: “Ya Allah… dulu aku di situ loh…”
Tapi, ya sudahlah. Daripada nunggu dipanggil, mending bikin panggung sendiri saja. Toh… suara kita juga belum hilang. Cuma… belum di-on-in aja lagi.
Sahabat, kalau kamu juga lagi di posisi seperti saya, mungkin bukan kita yang tidak dipakai. Tapi kita yang belum pindah tempat. Yuuukk… kita ambil napas 1 menit Asmaul Husna: Al- Ḥakīm.
Yā Al-Ḥakīm,
Yang Maha Bijaksana,
ajarkan kami untuk tahu kapan harus berhenti menunggu…
dan bisa mulai melangkah lagi
Takzim,
–@csukardjo
