Oleh Chichi Sukardjo, M.Psi.
Konselor Psikologi Islami berbasis Asmaul Husna
Jumat, 1 Mei 2026
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Sahabat, pernah nggak kamu ngerasa walau tidak ada masalah baru, tapi dada terasa penuh?
Napas pendek. Pikiran ramai. Seperti hidup tiba-tiba menyempit?
Kita sering mengira kalau stres itu datang dari luar. Padahal, seringkali yang terjadi adalah: ruang di dalam diri kita yang mengecil.
Dalam psikologi, ini dekat dengan burnout, yaitu kondisi ketika seseorang bukan hanya lelah secara fisik, tapi habis energinya secara emosional. Menurut Christina Maslach, seorang psikolog sosial & profesor emeritus psikologi dari Univerisity of California, USA, burnout membuat kita merasa lelah, menjauh dari diri sendiri, dan kehilangan makna.
Ringkasnya niih… bukan cuma hidup yang berat, tapi kita yang kehabisan ruang untuk menampungnya.
Naaahh …. belajar dari guru-guru saya, saat saya mengalami burnout disarankan untuk membuka Kitab Suci Al-Qur’an dan membacanya sepenuh rasa dan makna.
Masya Allah, solusinya ada di surah Al-Insyirah,
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?”
Bukan masalahnya yang diangkat dulu. Tapi dadanya yang dilapangkan. Karena beban yang sama, akan terasa berbeda… di dalam dada yang sempit, atau dada yang lapang.
Refleksi Al-Qur’an Psikologis (AQP)
Sahabat, hari ini, saya dan kamu tidak perlulah menyelesaikan semua ujian kehidupan. Cukup tanyakan pelan-pelan: “Apa yang membuat dadaku terasa sempit?”
Lalu, lantunkan Asmaul Husna: Al-Baasith dengan nafas 1 menit Asmaul Husna.
Yaa Baasith,
Mohon lapangkan dadaku
agar aku tidak tenggelam
di dalam ujian kehidupan, yang sebenarnya masih mampu kujalani dengan ampunan dan rahmat-Mu… 🤲🕋
Takzim,
-@csukardjo
