Bau Menyan Edisi Lebaran

ilustrasi hiasan idul fitri

Bau Menyan...

adalah kolom psikologi humor karya Chichi Sukardjo, seorang Penulis & Konselor Psikologi berbasis Asmaul Husna.  Ditulis tiap Senin atau Kamis, membahas trauma, fobia, dan self-healing dengan senyuman serta sentuhan Asmaul Husna di setiap akhir tulisan.

“Sebelum hidup menertawakanmu, tertawalah lebih dulu tipis-tipis…”

Senin, 30 Maret 2026

Bismillah ….

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh 👋

Hai… haii… haiii…
Gimana rasa Lebaran di kotamu, sob?
Masih hangat… atau sudah mulai normal lagi? 🤭

 

Saat harum ketupat, rendang, opor ayam, nastar, putri salju, kastengel, dan teman-temannya perlahan mulai pudar. Jangan sampai yang ikut pudar itu justru hasil tempaan 30 hari Ramadhan yaaa…

Sayang banget kan… kalau yang sudah dilatih sebulan penuh, habis dalam hitungan hari saat kondisi kembali normal dan masing-masing kita mulai tenggelam dalam mengisi periuk personal dan keluarga.

Pepatah lama bilang: “Kemarau setahun, habis oleh hujan sehari.” 🤭😔
Nah… jangan sampai Ramadhan kita jadi kayak gitu yaa…

Padahal…
Nahan emosi? Udah naik level, niih…
(regulasi emosi kita nggak lagi abal-abal lhooo … 🫠)
Berdiri lama saat sholat? Masih kuat dong… kan sudah “bootcamp” Tarawih sebulan penuh. Duduk lama dalam dzikir? Harusnya sih mulai betah.

Artinya apa? Versi terbaik diri kita itu… sebenarnya sudah pernah muncul. Tinggal… mau dipelihara atau dilepas lagi?

 

Hmmm…
Walaupun aroma Ramadhan dan Idul Fitri sudah berlalu…
harum ibadahnya jangan ikut hilang yaa… ☺️💪💪
Biar tetap nempel… diam-diam… tapi nyata dalam sikap sehari-hari.
Misalnya, saat di jalan disenggol, senyumin ajaa…. sambil tetap berdizikir.
Sampai kantor kerjaan udah mulai numpuk, jangan lupa shalawat, sambil kerjain deh satu persatu.

 

Sob, biar Insya Allah wangi Ramadhan tetep nempel, yukk latihan refleksi Asmaul Husna. Hari ini kita belajar dari:
Al-Muqsith — Yang Maha Adil

Adil itu bukan cuma ke orang lain lhoo… tapi juga ke diri sendiri. Kalau selama Ramadhan kita sudah “dibentuk”… maka setelahnya, kita perlu adil: tidak mengkhianati versi terbaik diri kita sendiri.

Yuk tarik nafas panjang…. tahan… dan lepaskan…. “Ya Muqsith” …. 🫆🕋

 

Takzim,
@csukardjo

Yuk, Mulai Healing Dirimu Sekarang!