Trilogi Ulang Tahun ke-60 edisi ke-2: Keuntungan Jadi 60 Tahun: Tidak Terlalu Takut Lagi dengan Pendapat Orang

Chichi Sukardjo

Bau Menyan...

adalah kolom psikologi humor karya Chichi Sukardjo, seorang Penulis & Konselor Psikologi berbasis Asmaul Husna.  Ditulis tiap Senin atau Kamis, membahas trauma, fobia, dan self-healing dengan senyuman serta sentuhan Asmaul Husna di setiap akhir tulisan.

“Sebelum hidup menertawakanmu, tertawalah lebih dulu tipis-tipis…”

Kamis, 12 Maret 2026

Bismillah ….

Hari ini aku genap 60 tahun lhoooo…, kalau kamu berapa?

Tau nggak siih umur segini tuuh, ada banyak hal yang berubah.

Yang pertama tentu tubuh. Ia sekarang suka memberi pengumuman kecil: “Harap maklum… suku cadang tidak lagi seperti tahun 1990.”

Tapi ada juga perubahan lain yang justru menyenangkan.

 

Di usia ini aku menemukan satu keuntungan besar: aku tidak terlalu takut lagi dengan pendapat orang.

Bukan karena merasa paling benar. Bukan juga karena menjadi keras kepala. Melainkan karena setelah hidup cukup lama, aku mulai memahami sesuatu yang sederhana: Setiap orang sebenarnya sibuk memikirkan hidupnya sendiri.

 

Kita sering terlalu khawatir: “Orang akan bilang apa ya?”

Padahal kenyataannya, orang lain mungkin bahkan tidak sempat memikirkan kita lebih dari tiga menit. Setelah itu mereka kembali sibuk memikirkan cicilan rumah, anak yang belum tidur, atau sinetron yang belum selesai.

 

Di usia muda kita sering hidup seperti panggung. Seolah-olah semua orang menonton. Padahal sebagian besar penonton itu sebenarnya… tidak datang.

 

Maka di usia 60 ini aku belajar satu kebebasan baru. Aku boleh tetap menjadi diriku sendiri.

Boleh tetap menulis.
Boleh tetap belajar.
Boleh tetap bermimpi.

Tanpa harus selalu menunggu persetujuan semua orang.

Karena kalau kita menunggu semua orang setuju, hidup bisa habis hanya untuk menjelaskan diri. Dan jujur saja… usia 60 sudah terlalu berharga untuk dihabiskan dengan hal seperti itu. Lebih baik dipakai untuk hal-hal yang lebih penting: menjadi sedikit lebih bijak, sedikit lebih lembut, dan sedikit lebih berguna bagi orang lain.

Kalau masih ada yang tidak setuju?

Nggak masalah… Bodo amaaaat… Bau Menyan! Hahahaha…

Itu tanda bahwa dunia masih berisi manusia yang berbeda-beda. Dan perbedaan itulah yang membuat hidup tidak membosankan.

 

Jadi hadiah miladku tahun ini sederhana saja: hidup dengan hati lebih ringan.

Berkarya tanpa terlalu banyak takut. Dan kalau suatu hari nanti aku pergi meninggalkan dunia ini, aku tidak berharap semua orang mengenangku. Cukup beberapa orang saja yang berkata pelan, “Dia pernah hadir di hidupku… dan meninggalkan sedikit kebaikan.”

Kalau kebaikan itu naik ke langit seperti asap tipis, biarlah. Tidak perlu wangi bunga. Cukup… Allah mau menerimaku sebagai hamba-Nya

 

Takzim,
@csukardjo

Yuk, Mulai Healing Dirimu Sekarang!